Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Sunday, June 7, 2020

JEJAK CECAK


Kabar tentang musnahnya cecak menjadi viral di media sosial. Harga seekor cecak tak pernah terbayangkan siapa pun sebelumnya. Seratus ribu per ekor. “Gila! Fantastis!” kataku dalam hati sambil melihat-lihat dinding dan langit-langit kamar. Antara percaya dan tidak, kenyataannya memang demikian. Cecak yang biasanya selalu kulihat merayap di dinding dan langit-langit atau di pohon depan rumah kini tak tampak lagi. Raib begitu saja. Seakan-akan menghilang dari peradapan manusia. Dari balik jendela kamar aku  melihat sekelompok orang dengan senter di tangan. Kepala menengadah dengan mata jelalatan. “Dapat berapa, Kang? tanyaku. Hanya senyuman sebagai jawaban. Aku tahu apa yang mereka lakukan. Tak seekor cecak pun didapat. Aneh.

Wednesday, October 16, 2019

SEPOTONG RINDU

Kutulis surat ini di bawah surya senja yang kilaunya mulai memudar dan cahayanya meredup keemasan. Aku bersandar pada pohon yang akarnya masih basah sisa hujan sore tadi. Pandang mataku menatap jauh pada sepasang kutilang yang terbang kembali pulang menuju sarang. Angan pun membayang pada paras cantik, senyum memesona, dan hangat peluknya. Kehangatan senyuman seorang ibu. Sedang apa kau sekarang, Bu? Apakah Ibu masih sering minum susu dan makan sepotong roti untuk mengawali hari, seperti dahulu selalu kaulakukan bersamaku? Apakah masih senang mendengar lagu tempo dulu? Kenangan-kenangan itu kembali menjelma.

Sunday, October 6, 2019

WANITA DI TEPIAN LUKA

Panggil saja namaku “Ayu”. Tapi jangan bayangkan wajahku se-ayu namaku. Pun demikian dengan hari-hari yang kulewati, tak seindah seperti kebanyakan orang menilaiku. Mereka hanya melihat dari kisi luar; sementara tidak pernah mengerti apa yang sebenarnya sedang aku alami. Kesetiaan dan cinta menjadi kebanggaan terbesarku sebagai seorang wanita. Oleh sebab itu, pinangan laki-laki itu aku terima meski sejujurnya ada rasa resah yang selalu mengganggu dalam setiap langkahku. Akan tetapi, cinta dan keyakinan ternyata mampu mengalahkan kekhawatiran. Mulailah kehidupanku dengan hiruk-pikuk kehidupan di sisi Barat Jawa.

Monday, September 23, 2019

BEE

Aku tak tahu apa yang sesungguhnya sedang aku cari saat itu. Perhatian? Cinta? Atau bukan keduanya? Akan tetapi, sejak bertemu dengan Bee, begitu aku biasa memanggil kekasihku, semua itu akhirnya kudapatkan. Tidak hanya perhatian dan cinta, bahkan lebih dari itu. Namun, masa itu telah berlalu dan aku kembali dalam sunyi; dalam belantara kesendirian. Apakah dendam ini harus terpuaskan? Ingin rasanya aku lampiaskan semua kesal kepadanya, wanita yang tiga setengah tahun ini mengisi hari-hariku, mengusir sepi, dan melengkapi sejarah kehidupanku, lelaki yang telah sekian lama menyendiri di balik hingar bingar metropolitan.

Thursday, September 19, 2019

SENJA SANG GURU


Dalam keremangan malam, pikirannya melayang pada masa tiga puluh tahun silam. Saat keriput belum menggurat wajahnya; garis-garis retak belum memahat pada kedua tangannya; langkahnya pun masih tegap, setegak hasrat dan cita-citanya.

Monday, August 12, 2019

DI ANTARA PUING



Lelah kaki ini melangkah setelah seharian berjalan di atas puing-puing kehancuran. Kusandarkan penat dan letih tubuh pada sebatang pohon yang telah tumbang. “Ah, di manakah anakku sekarang berada?”

Wednesday, August 7, 2019

SEKARUNG BERAS


Matahari masih sepenggalah, beberapa remaja tanggung berjalan menyusuri pematang; mencari sisa-sisa tomat atau timun yang tak terambil oleh pemiliknya saat panen usai. Setelah merasa cukup, segera mereka berlarian menuju galengan (sungai kecil buatan sebagai irigasi) untuk mencucinya.

DISIPLIN DAN ETIKA PNS

KLIK DOWNLOAD DISIPLIN DAN ETIKA PNS